Benarkah Belajar Bahasa Arab Itu Susah ?

Keluhan pertama di dalam mempelajari bahasa Arab adalah SUSAH. Kata berikut berada pada posisi teratas untuk mendefinisikan tingkat kesulitan mempelajari bahasa Al-Qur’an ini. Tentu saja.

Bayangkan, mereka perlu mempelajari bahasa asing dengan banyak pergantian kata untuk tiap tiap kata. Ada kaidah-kaidah bahasa Arab yang perlu dihafal.

Selain itu, metode pengajaran bahasa Arab yang kerap kali dimulai dengan mengajarkan Nahwu-Sharaf, mengakibatkan ‘njelimet’ para pelajar sekolah bahasa arab.

Ditambah dengan guru yang terkesan ‘kaku’ di dalam proses pengajaran, meski mereka mengajarkan bahasa, tapi pelit berkomunikasi. 

Maka tak heran jikalau banyak para pelajar yang telah mem-blok dirinya tidak sanggup mempelajari bahasa ini.

Pelabelan kata ‘susah’ seharusnya tidak boleh dijalankan oleh mereka yang sedang di dalam proses studi bahasa Arab, gara-gara perihal berikut benar-benar merugikan.

Rugi gara-gara bahasa Arab adalah bahasa pengetahuan dan jendela khazanah Islam yang agung, baik klasik maupun modern. Bahasa Arab adalah bahasa peradaban sekaligus bahasa yang menyimpan sejarah panjang manusia.

Bahasa Arab termasuk bahasa komunikasi Rasulullah SAW yang tersimpan di dalam teks-teks hadis. Dengan kata lain, seluruh komunikasi Rasul ‘terekam’ di dalam bahasa tersebut, sekaligus firman-firmanNYA yang tentu saja tertulis termasuk di dalam bahasa Arab.

Maka, mempelajarinya adalah sebuah keindahan dan keasyikan tersendiri. Karena bahasa berikut bukan saja jendela, tapi pintu besar mencapai kesuksesan.

Sesungguhnya, studi bahasa arab itu benar-benar menyenangkan, mudah, ringan, dan juga banyak tantangan yang asyik dan khas bagi para pelajar-pelajar pemula.

Ya, studi bahasa arab itu MUDAH dan ASYIK! Semua kemudahan dan keasyikan ini bermula berasal dari seorang pengajar, guru, ataupun mentor bahasa tersebut. Hal ini dulu dikatakan oleh Mahmud Yunus, “metode pengajaran itu lebih penting dibandingkan materi, tapi seorang guru itu lebih penting dibandingkan metode pengajaran. Namun ada yang lebih penting lagi berasal dari perihal itu semua, yakni ‘Ruh’ berasal dari guru tersebut.”

Dalam proses pembelajaran, apa-pun sanggup menjadi sukar dan membosankan. Tapi dengan guru dan metode pengajaran yang tepat, materi sukar dan berat sanggup menjadi mudah. Apalagi jikalau materinya mudah dengan para mentor yang tepat.

Bukan saja materi menjadi mudah difahami, lebih-lebih  kepribadian pelajar pun bakal tumbuh dan berkembang secara positif.

Konsep ini telah dipraktekkan pada sebagian pelajar pemula bahasa Arab di Muslim Cendekia Madani. Para Pelajar ini mengakui bahwa ternyata studi bahasa Arab itu tidak susah, tidak ribet, lebih-lebih repot.

Misalnya Aliya, putri berusia 16 tahun ini miliki ‘trauma’ di dalam proses pengajaran bahasa Arab di awal SMA-nya. Hal ini akibat kesulitan ikuti proses pengajarannya ketika mondok di tidak benar satu pesantren.

Bahasa Arab yang dia kenal di dalam proses pembelajaran adalah qaidah bahasa atau tata bahasa arab, biasa disebut pengetahuan Nahwu dan Sharaf, and teknik pengajarannya yang klasik, yakni menghafal tanpa faham maksudnya. Tentu saja ini menjadi awal tidak baik baginya. Dalam hitungan pekan, pelajaran bahasa arab berikut menjadi suatu hal yang sukar dan tidak mengasyikkan bagi dirinya.

Bersyukur Aliya miliki orang tua, terlebih ibunya yang tetap mengingatkan anaknya sehingga berkenan tetap studi bahasa Arab sehingga sanggup jelas isikan al Quran.

 “Kata Bunda, jikalau kami menghendaki menghapal al-Qur’an, bakal lebih baik jikalau kami jelas bahasanya. Jadi mempermudah kami di dalam menghapal dan mempelajari isinya.”

Aliya kini merasa enjoy, senang, dan menikmati proses pembelajarannya. Ia merasakan proses pengajaran yang diterimanya waktu ini benar-benar jauh tidak sama dengan yang dulu ia dapatkan sebelumnya. Kini ia merasa bersemangat di dalam studi bahasa Arab, padahal ia termasuk telah merasa mempelajari pengetahuan Sharaf. Kini Aliya sanggup lebih jelas apa fungsi pengetahuan berikut di dalam berbahasa Arab.

Lain halnya Hani (15 tahun), pelajar asal sekolah berasal dari tidak benar satu SMPIT di pekalongan. Hani mengatakan, “Saya menjadi lebih jelas bahasa Arab gara-gara lebih fokus, sehingga lebih mudah dan kuat mengingatnya.”  Hani telah menekuni proses studi bahasa Arab 6 bulan.

Alhamdulillah, waktu ini ia telah sanggup komunikasi berbahasa arab dengan baik, membaca postingan arab tanpa harakat, menyaksikan film-film berbahasa Arab, lebih-lebih sesudah itu bakal masuk pada proses studi program office dan beraneka program komputer berbahasa Arab lainnya. Tentu saja perihal ini adalah suatu hal yang unik dan baru, gara-gara bahasa arab komputer benar-benar special. Ini menjadi tantangan yang mengasyikkan bagi Hani dan rekan-rekannya.

Pelajar lainnya adalah Muhammad Nuh Amri (14 tahun), pelajar asal Madrasah Internasional Techno Natura Depok. Ketika jelas bakal ada program studi program komputer dan situs dengan bahasa Arab, ia merasa senang. Meskipun ada 700 kosa kata yang terkait dengan komputer dan dunia maya yang perlu dihapalnya, ia siap untuk melakukannya. “Gak masalah. Bahasa arabnya tentu mengasyikkan gara-gara kosa katanya mutakhir.”

Kemudian pelajar lainnya, Ilham (18 tahun), yang pada mulanya belum dulu memperoleh pelajaran bahasa Arab. Ia benar-benar menikmati proses pembelajaran bahasa Arab yang didapatkannya gara-gara merasa metode pengajarannya unik dan benar-benar menyenangkan. Ia termasuk benar-benar terkesan pada para mentor yang mendampinginya belajar. “Mentor di sini hebat, sanggup mengajar aku yang ‘agak lambat’ di dalam belajar. Biasanya, tidak ada guru yang sanggup mengajar saya, Mentor di sini benar-benar sabar membimbing.” ujarnya.

Alhamdulillah, para pelajar benar-benar menikmati proses pembelajaran mereka di MUSLIM CENDEKIA MADANI. Bayangan kesulitan-kesulitan yang umumnya ada di dalam studi bahasa Arab tidak mereka temui disini. Mereka disiplin dan bersemangat untuk mencapai tujuan tahun pertama mereka, yakni sanggup bicara bahasa Arab dengan baik, sanggup berselancar di dunia maya berbahasa Arab, jelas Program Komputer berbahasa Arab. Mereka berharap sanggup mendapat kesempatan untuk kuliah di Timur Tengah dua tahun mendatang, insya Allah.

Belajar bahasa Arab susah? Tentu tidak!

Lembaga pendidikan Islam MUSLIM CENDEKIA MADANI mengurai kesulitan dan kejenuhan proses studi bahasa Arab yang kerap dijumpai para pelajar. Memang betul pendapat yang membuktikan bahwa di dalam proses pembelajaran, apa-pun sanggup menjadi sukar dan membosankan. Tapi dengan guru dan metode pengajaran yang tepat, materi sukar dan berat sanggup menjadi mudah.

Apalagi studi dengan materi yang mudah dan didampingi para mentor yang tepat. Jangankan materi pelajaran berikut menjadi makin lama mudah, lebih-lebih para pelajar pun memperoleh pengalaman studi yang mudah dan menyenangkan.

Pendidikan type ini perlu dihadirkan bagi para pelajar dan anak anak jaman kini, sehingga anak lebih jelas bahwa ternyata studi bahasa Arab itu asik dan menyenangkan.